26 May 2011

Promise me

0 comments

Promise me.
You will date a girl that loves you more than I do.
So that, i can let go of you without no worries.

Promise me.
Will you?
:)

25 May 2011

Get Up and Go

0 comments

The hardest thing to let go is someone you have loved so much, someone you have shared much of your life and you always thought he or she would be forever there. Once you build this attachment, it is like a habit to you, how your day will be is dependent on how your relationship is going to be with that other person for that day. It is an investment to put your heart completely to another person that when it fails, we go into emptiness.

When I lost the one I love
I never thought of letting go or moving on as an option for my failed relationship. I thought my relationship was never going to end, a fairytale come true. It felt like everything was going the way we wanted. We even planned our future together, believing that we were meant to be in that relationship. The sweet promises of forever, an everlasting love, we had it all. We spent almost two years together, everything was going well until one day he wanted a different life, a life that I am not part of.
Minutes were like hours, days were like months, and months were like years. The cycle was too tiring; I kept on crying, wishing and regretting. It was like I will never move on. It was just too hard, because I had built a world around this person. How can I just move on when I was still in love with him…? I just can’t move.

Why it was hard for me to let go  
I fought a painful reality because I could not see myself being with another person, or him with another person. It was just hard to accept but it was inevitable. I tried pursuing him, tried all methods of persuasion, and prayed hard. I did everything that I could do, but he was never coming back. It left me so broken; I felt that I was trapped in the pain of defeat.
No matter how we enrich ourselves, we always feel that we are at a loss, thoughts of that person hang into our mind, dragging us into an abyss full of pain, regret and sometimes self-pity. We become so helpless, we just can’t let go of the fact that he/she is gone, we still want to hold on so much, but we find ourselves alone.
I am not a stranger to pain and to loss, but even with my deep experience I never found an easy way to let go. We love passionately, that when we lose, we become stuck. It is normal to feel this way, the feeling of wanting to hold on to that relationship, to that person, believing so much that things could still work out, or that person will still come back to us and pick us out from the pains of loneliness and heartbreak. But later on we realize he or she is never coming back.

What it takes to let go
Let Go! We have heard this so much, but we simply can’t, we just can’t… or can we? It takes a lot of courage, time and confidence. Courage, to stand and try to live life again. Time, to patiently wait and allow it to make all the hurt go away. Confidence, to believe in ourselves and know that we can be happy again.

Let go, let God
Life will always be meaningful, no matter how depressing life maybe. Letting go is just one of those struggles that we have to face. Be moved by people who have had the courage to move, to let go. If we find the pain to be too much, He is always there, just hang on a little longer. Remember that the best tip on letting go is praying to Him. No matter how harsh life is, He will always be there and will never let us go…
He will heal everything in His time. We just have to make that surrender and have that security in Him. Because in the end, the best solution is His love for us, not the methods we read or the tips that we are advised to follow.

15 April 2011

mencintai secara dewasa

0 comments
Have you ever missed someone so much like there is one big hole in your chest? I have. For many times. Yes, I do miss you.

Semoga semua keputusan ini adalah yang terbaik. Aku tidak tau apa yang ada di depan sana. Tapi untuk saat ini, aku ingin kita belajar mencintai secara dewasa.

Tiga tahun bukan waktu yang sebentar, apalagi untuk yang pertama. Udah banyak pengorbanan, sakit hati, air mata, kebahagiaan, dan cerita yang dibangun. Sudah terlalu sering aku mencoba mengkompromikan semuanya demi perasaan yang ada. Sampai akhirnya sekarang, semua terasa sia-sia. But, at least, I have tried.

Jutaan kata-kata yang aku tulis di sini tidak akan bisa melukiskan bagaimana aku merasa kehilanganmu, mungkin salahku yang terlalu dalam menyayangi kamu. Mestinya dari dulu aku bisa kuat untuk melangkah meninggalkanmu, tapi.. kamu tau, aku tidak bisa sekuat itu.

Aku tidak tau kenapa aku terus mencintai kamu walaupun aku tau aku akan terluka lagi seperti sebelumnya. Aku tidak pernah belajar dulu, aku tidak ingin belajar saat aku masih cukup kuat untuk tetap mencintai kamu.

Sekarang, aku akan merelakan semua harapan yang terlanjur aku gantung tinggi, jatuh begitu saja karena aku tak mampu lagi menangkapnya. Biarkan saja jatuh, luruh bersama derasnya hujan.

Aku akan mencintaimu secara dewasa, secara diam-diam. Aku akan selalu bersamamu di antara doa-doa tengah malamku. Aku mungkin tidak bisa di sampingmu lagi tapi aku tidak akan pernah berhenti menyayangi kamu, mungkin nanti porsinya akan berkurang, mungkin suatu saat nanti. I never stop loving you, I just learn to live without you.

And someday I hope you will understand.

17 December 2010

about hapiness

0 comments
Fiuuhh. Akhirnya kita sampai juga ya. Perjalanan tadi sangat panjang dan melelahkan. Tapi untungnya saya ditemani sama kamu jadinya kita bisa ngobrol banyak sepanjang jalan. Kalau dipikir-pikir lucu juga ya cara kita berkenalan tadi. Kita ternyata pernah satu sekolah tapi tidak saling mengenal, malah kita baru kenalan di dalam kereta tadi, haha. Kebetulan sekali ya

Tapi walaupun baru beberapa jam yang lalu kita berkenalan, saya merasa seperti kita sudah kenal lama. Seperti sejak beberapa tahun lalu. Mungkin karena kita pernah dibesarkan dalam lingkungan yang sama kali ya jadinya terasa tidak asing satu sama lain.

12 jam tadi terasa sangat cepat karena diselingi obrolan dan canda tawa kita. Kamu cerita kisah-kisah kamu sewaktu kecil sampai beranjak remaja. Kamu cerita tentang keluarga kamu, teman-teman sepermainan kamu sampai cerita cinta kamu. Begitu pun dengan saya, saya cerita banyak hal ke kamu.

Terima kasih ya sudah menemani saya. Membuat saya tertawa walaupun sebenarnya saya sedang sedih makanya saya melakukan perjalanan ini buat melupakan kesedihan dan masalah saya. Saya sangat beruntung sekali menemukan teman seperti kamu di saat seperti ini. Saya juga ada hadiah kecil nih untuk kamu, ini souvenir yang saya dapatkan saat saya traveling ke sebuah kota. Semoga bisa jadi kenang-kenangan ya.

Tuh lihat sudah ada yang menjemput kamu. Hati-hati yah. See you in the next chances.

Eh tapi sebentar deh.. tunggu dulu! Sepertinya saya kenal orang yang menjemput kamu. Itu siapa? Saya kayak pernah lihat di suatu tempat. Hmm bukan ya? Tapi mirip sekali. Ah yasudahlah mungkin hanya perasaan saya saja. Selamat jalan :)

Dia pergi.

Beberapa hari kemudian, saya kedatangan seseorang ke rumah saya. Dia seorang laki-laki bertubuh tegap dan memakai seragam coklat. Saya bingung, ada apa laki-laki ini mencari saya? Sepertinya saya gak pernah melakukan perbuatan kriminal. Pernah sih, mencontek teman saat ujian. Tapi kayaknya kurang kerjaan banget laki-laki ini menghukum saya karena perbuatan kriminal semacam itu.

Baiklah.

“Ada apa ya pak?” kata saya. Dia bertanya apakah saya mengenal wanita yang waktu itu menjemput kamu di stasiun. OHH.. wanita itu ya? Saya hanya tau kalau dia adalah temannya teman saya. Ternyata si bapak ini sedang mencari wanita itu karena sejak beberapa hari lalu, wanita itu hilang. Dan saya yang tidak tahu apa-apa, hanya berkata bahwa terakhir saya melihat wanita itu bersama kamu di stasiun.

Si bapak pun pulang tanpa informasi berarti.

Saya tidak tau kenapa si bapak bisa tau kalau saya kenal sama kamu. Atau mungkin memang dia terlalu pintar sehingga bisa menyelidiki kalau saya kenal kamu walaupun cuma di dalam kereta saat itu?

Kemudian saya berpikir. Apa yang membuat si bapak bisa menemukan saya? Bahkan dari saat berkenalan di kereta sampai turun di stasiun pun, kita tidak saling bertukar nomor telefon ataupun alamat. Saya hanya tau nama kamu, itu saja.

Mungkin kebetulan. Karena saya tinggal tidak jauh dari stasiun. Mungkin si bapak bertanya kepada setiap orang di sekitar stasiun ini. Mungkin saja. Karena hanya alasan itu yang terpikir oleh saya.

Kalau kamu baca tulisan ini, tolong kembalikan wanita itu. Saya kasihan melihat raut muka si bapak tadi yang tampak kebingungan dan sorot matanya sedih. Walaupun sebenarnya, saya juga sangat ingin melihat kamu bahagia. Waktu di stasiun itu, saat dia menjemput kamu. Kamu terlihat sangat sumringah, sorot mata kamu mencerminkan kerinduan pada wanita itu. Pasti kamu akan sangat sedih sekali dan merasa kehilangan bila wanita itu pergi.

Saya jadi bingung sendiri. Sebenarnya siapa yang lebih berhak atas dia? Kamu atau si bapak itu? Entahlah. That isn’t my business.

Tapi yang pasti. Saya hanya mengharapkan semuanya baik-baik saja dan berjalan di tempat yang seharusnya karena semua orang berhak untuk bahagia.

Happiness is not having what you want. It is wanting what you have.

16 November 2010

my leadership essay

0 comments
I was an active girl since I was a child. I love challenges which I get from the new things.  My leadership spirit has built since I was in elementary school. I was a member of Girl Scout. I was the leader of the group. I was also the leader of the team flag hoisting unit. I led my team becoming the champion in district level area.

I was a member of Interschool student organization. I became the secretary in my first year and became the coordinator of religion sub division in the second year.

My leadership ability improved in high school. I passed many selections to become a member of SMAN 34 Jakarta Interschool student organization. I passed the written test, rhetoric, and the interview. I was proud because I was among the 20 person who are chosen from 150 people. We have many programs such as Hari Seni dan Karya (HSK) 34 and cinefest. I was the coordinator of treasury and sponsorship division of HSK. This position demanded a big responsibility because the big need of fund. I was the member of event organization who took the responsibility to the smoothness of the
event in cinefest.

I love organization activities since I was a child. That’s also the reason why I took management as my major.  Management has a close relation with leadership.  I was sure that my leadership experience will improved my ability.

I was an active committee in campus events which held by intercollegiate student organization, such as general secretary in National Economic Expo (NEX) which invited the officials relate. I also selected to become a participation in Latihan Kepemimpinan dan Kaderisasi Manajemen (LKKM). I became the committee of this event next year. The event contains about leadership, interpersonal skill, communication skill, and management changing. There is also meet and great with successful figure. I was impressed with this event because I got new experiences became the participant and the committee. There were others committee that I followed such as a new student orientation, sport tournament inter-major and many more. I used to be a secretary.

I was a member of management student association of UNPAD (HIMA UNPAD). I was the staff of student society. This is a division which related between management student association of UNPAD and another student association in UNPAD or others university.

Due of my experience, I hope that I will pass the Young Leaders for Indonesia program. I will get lots of experience and go towards better.

14 November 2010

i'll try or i give up?

1 comments
Pernah gak kalian ngerasa putus asa? Padahal belum mencoba sama sekali.
Atau
Ketika sudah mencoba dan akhirnya gagal, kalian takut untuk mencoba lagi karena takut mengalami kegagalan serupa?

Lalu setelah itu
Apa yang kalian lakukan?
Diam mengurung diri di kamar? Nangis berhari-hari? Atau apa?

Saat ini saya di kondisi seperti itu. Saya merasa putus asa, padahal saya belum mencoba sama sekali. Saya merasa takut dengan ketidakpastian yang ada di depan. Saya pernah gagal dan saya merasa rendah diri, I’m nothing. Itu yang ada di kepala saya sekarang. Haha padahal jarang sekali saya berpikiran negatif seperti ini. Apapun masalah yang saya hadapi pasti saya tetap mencoba berpikir positif.

Sebenernya masalahnya apa sih sampe saya kayak gini? Masalahnya adalah saya cuma takut mencoba karena saya tau dari awal, kalau saingan saya bakalan berat banget. Saya, beneran deh, bukan apa-apa kalau dibandingkan dengan mereka. Jadi yang ada di pikiran saya sekarang adalah “ngapain sih nyoba kalo ujungnya juga ga bakal lulus, orang saingan lo berat bgt” atau “sadar diri lah lo tuh bukan apa-apa, ga bisa apa-apa, gak usah sok deh saingan sama mereka”

Haha saya sebenernya pengen ketawa karena pikiran saya sendiri. Kalian pasti bilang gak ada salahnya nyoba, kalau gagal berarti bukan jodohnya. Atau melemparkan quote seperti “orang yang sukses adalah orang yang ketika jatuh, tapi dia tetap bisa berdiri kembali” or some of similar quote and wisdom words.
Saya tau saya harus bisa bangkit dan mencoba. Menciptakan kesempatan untuk diri saya sendiri, bukan menunggu kesempatan itu datang. Saya di sini cuma curhat ko, mungkin aja ada yang pernah ngerasain apa yang saya rasakan sekarang.

Jadi menurut kalian, apa yang harus saya lakukan sekarang?
Tetap mencoba dengan risiko yang besar, atau berhenti sampai sini dan tidak melanjutkan?

I’ll try or I give up?
Well, lets see guys :)


3 days later
"your application has been sent"
yes, i did it guys. i took that chance. well, at least i've tried :)




03 November 2010

dedicated for my best friends

0 comments
Tanpa sadar. Saya sudah melewati bulan Oktober begitu saja. Lihat saja, saya bahkan tidak update blog saya sama sekali. Kenapa? Mungkin kalo ada yg lihat postingan saya sebelumnya tentang jadwal kuliah saya, itu sedikit memberikan jawaban. Super sibuk intinya. Gak pake super juga sih, itu mah lebay hehe. Pokoknya mah sibuk pisun lah ceuk urang sunda teh.

Kuliah padat sepadat-padatnya. Nyampe kosan ngerjain tugas, leyeh-leyeh terus ketiduran. Banyak sebenarnya yang pengen diceritain. Tapi kalo cerita sama blog kan ga ada feedback ya, sedangkan saya butuh feedback. Jadilah pelariannya ke sahabat-sahabat saya.

Ngomong kata sahabat, sebenarnya apa sih makna sahabat itu?

“The best kind of friend is the one you could sit on a porch with, never saying a word, and walk away feeling like that was the best conversation you've had. “
Sahabat adalah seseorang yang bisa diajak minum teh atau secangkir kopi di teras rumah bareng, kalian saling berdiam diri, sibuk dengan khayalan masing-masing, tapi kalian merasa saling memiliki dan mengerti perasaan satu sama lain. Kadang, seorang sahabat bisa tau kalau sahabatnya sedang ‘tidak baik-baik saja’ hanya dengan melihatnya, atau bahkan karena terlalu mengenal dan terlalu tau banyak hal tentang sahabatnya, dia bisa merasakan perasaan sahabatnya dan hadir di waktu yang tepat. Mereka tidak saling bicara, tapi mereka mengerti.

“You’ll always be my best friend…You know too much.”
Ketika kalian sangat percaya kepada seseorang, kalian bisa bercerita apapun ke dia. Apapun. Rahasia, kenakalan waktu kecil, suka sama seseorang, berantem sama pacar, masalah keluarga, masalah di sekolah, kampus, kerja, dll. Mereka tau semuanya. Mereka ada dalam cerita kehidupan kalian karena kalian hampir melakukan semua hal bersama-sama dan saling bercerita tentang kehidupan masing-masing.

“A friend is someone who helps you up if your down, and if they can’t, they’ll lay down beside you and listen.”
Seorang teman yang baik, akan selalu ada buat kalian. Senang atau susah. Kadang, seorang sahabat sangat sangat dibutuhkan saat kita jatuh, saat kita down, ada masalah dan merasa lemah. Saat itulah kita tau, siapa yang selalu ada, siapa yang selalu bisa diandalkan, mereka adalah sahabat kita. Sebisa mungkin mereka bakal membantu sebisanya, tapi kalau masalah itu terlalu berat dan dia tidak bisa ikut campur, mungkin masalah keluarga, mereka akan ada di samping kita, mendengarkan cerita kita, menghapus air mata kita dan menguatkan kita. Karena sebenarnya, saat kita punya masalah, kita tau apa yang harus kita lakukan untuk menyelesaikannya, kita hanya butuh seseorang untuk mendengarkan keluhan kita dan memberikan dukungan. Itu saja.

"When it hurts to look back, and you're scared to look ahead, you can look beside you and your best friend will be there"
Quote di atas ini mungkin sangat tepat waktu kita lagi patah hati, baru putus, baru ditinggalkan atau meninggalkan seseorang yang berarti di hidup kita. When you lose something you can’t replace. When you love someone but it goes to waste. When you too in love to let it go. Best friend will guide you home and will try to fix you. Mereka akan mengatakan semua akan baik-baik saja karena mereka akan menemani kalian menjalani kehidupan yang baru bersama-sama. Kalian tidak sendiri, karena sahabat kalian selalu ada.

“Teman itu, sedekat apapun, tetap orang lain, punya ruang lingkup, atau beberapa lembar kisah yang kita tidak ada didalamnya. Harus dihargai.”-dira larasati
Ya, kalian bisa bilang sahabat kalian adalah orang yang harus selalu ada buat kalian. Harus selalu bercerita kepada kalian. Harus menjalani semuanya bersama. Tapi ingat, sahabat kalian tetaplah individu yang berbeda dengan kalian. Mereka tetap makhluk sosial yang independen. Mereka punya ruang lingkup masing-masing, punya keluarga, punya teman-teman yang berbeda, punya kesibukan sendiri. Sahabat kalian bukan hanya milik kalian sendiri. Jadi, hargailah sahabat kalian. Karena walaupun kalian menjauh karena jarak, waktu, kesibukan dan teman-teman yang baru, mereka tetap sahabat kalian. “Friends are like stars, you can’t always see them but you know they are always there.”

“Everyone has a "best friend" during each stage of life-only a precious few have the same one.”
Kalian pasti punya banyak sahabat bukan? Sahabat pas SD, SMP, SMA, kuliah. Sahabat kecil, sahabat satu komplek, sahabat maya, sahabat pena (eh masih ada gak ya sahabat pena jaman canggih gini? Dulu saya suka loh bersahabat pena waktu kecil). Setiap orang pasti punya sahabat, setidaknya satu di setiap tingkatan kehidupan. “Best friends are angels given by God to lift our feet when our own wings have trouble remembering how to fly” Tuhan gak pernah tidur, Dia tau kita adalah makhluk yang lemah, yang pasti butuh pertolongan orang lain. Makanya Dia mengirimkan sahabat-sahabat yang baik untuk menemani kita menjalani kehidupan dan menolong kita menyelesaikan masalah. Tapi hanya orang yang beruntung yang memiliki sahabat yang sama dari waktu ke waktu, it might be called best friend forever? Am I right? Hehe. Jadi jaga persahabatan kalian, jangan sampai ketika ada masalah yang muncul dibiarkan berlarut-larut dan mengancam persahabatan kalian. Sikap saling pengertian dan toleransi sangat dibutuhkan biar sahabatan tetep awet. Intinya, keep positive thinking. Jangan gampang membuat asumsi dan mengambil kesimpulan tentang sahabat kalian. Coba diomongin lagi, biasanya cuma salah paham aja karena kurangnya komunikasi.

“Some people come into our lives and quickly go.  Some stay for a while, leave footprints on our hearts, and we are never, ever the same.” ~Flavia Weedn
And this last quote is for you who is lost your bestfriend. Sebaik-baiknya seorang sahabat, pasti pernah melakukan kesalahan. Membuat kita sakit hati dan kita pun menjauh karena tidak ingin tersakiti lagi. Atau bahkan sebaliknya, kita melakukan kesalahan, dan dia tidak bisa atau belum bisa memaafkan kesalahan kita sehingga dia menjauh. Kita tidak bisa memaksa seseorang untuk tetap menjadi sahabat kita, kita hanya bisa berusaha agar dia tidak pergi. Tapi jika dia memang harus pergi, mungkin itu terbaik untuknya, atau untuk kita. Mungkin hanya dengan cara itu dia tidak tersakiti lagi oleh sikap kita. Beberapa orang masuk dalam kehidupan kita, mereka tinggal cukup lama, dan ketika waktunya sudah habis, mereka akan pergi, itu adalah hukum alam. People come and go. But you’ll always have them, in your heart.


Notes : For my bestfriends, wherever you are. You’ll always be my best friends. You might be not always see me, but you know that I’ll always be there for you. Text me if you miss me, call me if you need me, meet me if you want to hug me :p

I love you all :*


29 September 2010

0 comments